BSIUNTAG Surabaya

BSIUNTAG Surabaya
klik untuk info lebih lanjut

TEKNIK MEMULAI USAHA BAGI CALON ENTREUPEUNER

Selasa, 21 April 2015

Pengarang/ Penulis : Sri Sustariyah

Analisis terhadap Jurnal

           Dalam jurnal dipaparkan bahwa tingginya tingkat pengangguran di indonesia. akan menambah jumlah masyarakat miskin. Oleh karena itu, salah satu alternatif solusinya adalah dengan memberikan pemahaman kewirausahaan terhadap masyarakat, sehingga tidak hanya mengandalkan pada solusi mencari kerja, tetapi bisa membuka usaha sendiri bahkan menciptakan lapangan kerja.
Mengubah mindset masyarakat dari take maker menjadi Risk maker memang tidak mudah, karena kultur masyarakat kita yang masih kental dengan budaya dan sikap negatif masyarakat yang berpandangan menjadi karyawan lebih terhormat dibanding menjadi wirausaha.

      Sulitnya mencari pekerjaan tidak berarti generasi muda harus menjadi pengangguran. sudah waktunya kita mengubah mindset masyarakat dalam mempersiapkan generasi muda dengan tidak hanya mengandalkan mereka menjadi pekerja saja, kita akan ajak mereka peduli dan tertarik dengan Entrepreunership. Memang tidak semudah membalikan telapak tangan dalam mengubah mindset seseorang, apalagi kultur masyarakat indonesia yang kental dengan budaya dan adat istiadat masyarakaat nya.
Menjadi seorang Entreupeuneur  tidak selalu harus bermodal uang besar. tidak selalu harus keturunan pengusaha.  

      Kecenderungan masyarakat indonesia untuk bekerja menjadi pegawai, menyebabkan mereka hanya menunggu mendapatkan pekerjaan, bahkan mayoritas berkeinginan menjadi PNS, akibatnya terjadilah pengangguran, Masih rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang kewirausahaan, menyebabkan masih tingginya tingkat pengangguran di indonesia. Oleh karna iku, diperlukan cara untuk memberikan pemahaman tentang entreupeuner dan cara memulai usaha, baik berupa industri barang maupun jasa atau perdagangan.

       Dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis jurnal, dapat disimpulkan bahwa dalam rangka mengurangi tingkat pengangguran, maka salah satu alternatif yang menjanjikan untuk keberlangsungan perekonomian masyarakat indonesia adalah dengan berwirausaha. Masyarakat jangan hanya menunggu untuk mendapatkan pekerjaan Ciptakan pekerjaan bagi dirinya dan orang lain. Menjadi wirausaha tidak sulit asalkan ada Motivasi yang kuat. berani memulai, berani menghadapi tantangan, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, memiliki inisiatif serta dilakukan secara bertahap.

         
          Download Jurnal lengkapnya di sini

Sumber           




Pengaruh Pengetahuan, Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa STIE MDP,STMIK MDP,STIE MUSI.

Senin, 06 April 2015

Pengarang/ Penulis : Retno Budi Lestari dan Trisnadi Wijaya

Analisa terhadap Jurnal
Dalam jurnal dipaparkan bahwa angka pengangguran justru diciptakan oleh pengangguran terdidik. Hal tersebut dikarenakan masih rendahnya minat dan motivasi pemuda Indonesia untuk berwirausaha pada masa dewasa ini. Berbagai upaya dilakuakan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan mengubah mindset para pemuda agar tidak hanya sebagai pencari kerja, salah satunya dengan memasukkan mata kuliah kewirausahaan dalam kurikulum sebagai salah satu mata kuliah wajib. Pendidikan kewirausahaan dapat meningkatkan minat mahasiswa untuk memilih kewirausahaan sebagai salah satu pilihan karir selain menjadi pegawai swasta, PNS, atau pegawai BUMN. Faktor demografis (gender, latar belakang pendidikan orang tua, dan pengalaman bekerja) dapat mempengaruhi pilihan karir menjadiwirausahawan. Pendidikan kewirausahaan diharapkan dapat membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku pada mahasiswa menjadi seorang wirausahawan sejati sehingga mereka mengarahkan mereka untuk memilih berwirausaha sebagai karir.
Penelitianpun dilakukan di kota Palembang pada mahasiswa yang menempuh mata kuliah Kewirausahaan pada semester genap tahun akademik 2010/2011, sebanyak 500 orang terdiri dari 253 mahasiswa dari STMIK MDP,  132 mahasiswa dari STIE MDP dan 115 mahasiswa dari STIE Musi. Pada penelitian dipakai instrumen peneitian yaitu, instrumen untuk mengukur personal attitude, subjective norms, perceived, behavioral control, dan entrepreneurial intention. Instrumen penelitian terlebih dahulu akan dianalisis validitas dan reliabilitasnya. Pengambilan data primer pada penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner yang disebar pada tiga PTS, dengan jumlah sampel sebanyak 205 responden.

Dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulis jurnal, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha. Pendidikan kewirausahaan yang dimaksudkan adalah proses pembelajaran untuk mengubah sikap dan pola pikir mahasiswa terhadap pilihan karier berwirausaha. Dengan demikian mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah kewirausahaan akan memiliki nilai-nilai hakiki dan karakteristik kewirausahaan sehingga akan meningkatkan minat serta kecintaan mereka terhadap dunia kewirausahaan. Tingginya minat berwirausaha akan melahirkan entrepreneur-entrepreneur muda yang memiliki visi yang jelas di masa depan, kreativitas serta inovasi yang tinggi dalam segala bidang. Mereka akan menjadi lebih mandiri, kreatif, dan inovatif dalam menciptakan peluang bisnis baru dan penemuan-penemuan baru. Masalah pengangguran terdidik akan dapat teratasi karena keluaran (output) dari hasil pendidikan kewirausahaan adalah calon-calon entrepreneur muda berbakat yang tidak lagi menjadi pencari kerja (job seeker) tetapi telah menjadi pencipta lapangan pekerjaan (job maker).

Download Jurnal lengkap nya di sini
 

Cari Blog Ini

Most Reading

Sidebar One